Thursday, 20 September 2018

26 Makanan Khas Palembang - Sumatera Selatan

View Article
26 Makanan Khas Palembang - Sumatera Selatan | Adatnusantara - Kota Palembang merupakan kota terbesar kedua di Sumatera setelah Kota Medan. Kota Palembang yang merupakan Ibukota Provinsi Sumatera Selatan memiliki beragam kuliner yang memiliki cita rasa khas.

Mungkin diatara Sobat Dapur sudah mengenal makanan khas Palembang yang cukup terkenal di Indonesia, yaitu pempek. Nah.., kali ini DapurKita akan menyajikan makanan khas Palembang selain pempek tadi. Jadi Sobat ga akan bingung memilih makanan khas Palembang kalau berkesempatan berkunjung ke sini.

Makanan Khas Palembang

Sobat Dapur, berikut ini adalah daftar 25 Makanan Khas Palembang yang wajib Sobat ketahui supaya tidak bingung untuk membeli makanan khas sebagai oleh-oleh bagi penulis.. :D

1. Kue Srikayo Khas Palembang

Kue Srikayo merupakan makanan khas Palembang yang mudah ditemukan, bahkan Sobat Dapur bisa mencoba membuat sendiri Kue Srikayo ini.Kue Srikayo berbahan dasar utama telur dan daun pandan, berbentuk mirip puding. Kue berwarna hijau ini biasanya disantap dengan ketan dan memiliki rasa manis dan legit.


2. Kue Delapan Jam Khas Palembang

Kue Delapan Jam dengan adonan mirip kue maksubah, kue ini sesuai dengan namanya karena dalam proses pembuatannya membutuhkan waktu delapan jam. Kue khas Palembang ini juga sering disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan dan sering disajikan di hari raya.



3. Kue Maksuba Khas Palembang

Kue Maksubah, yaitu kue khas Palembang yang berbahan dasar utama telur bebek dan susu kental manis. Dalam pembuatannya telur yang dibutuhkan dapat mencapai sekitar 28 butir. Adonan kemudian diolah mirip adonan kue lapis. Rasanya enak, manis dan legit. Kue ini dipercaya sebagai salah satu sajian istana Kesultanan Palembang yang seringkali disajikan sebagai sajian untuk tamu kehormatan. Namun saat ini kue maksubah dapat ditemukan di seluruh Palembang dan sering disajikan saat hari raya.

4. Kue Lapis Kojo

Berbeda dengan Kue Maksuba yang mengandung banyak susu, Kue Kojo yang juga merupakan makanan yang sering ditemui pada saat hari raya di Palembang dengan rasa manis dan pembuatannya menggunakan banyak sekali telur bebek dan telur ayam. Warna hijau yang didapat berasal dari daun suji dan pandan. Selain rasa lebih gurih, tampilannya juga semakin cantik kan?

5. Kue Bolu Suri Khas Palembang

Kue yang satu ini tampilannya seperti bika ambon, tapi jangan salah kue satu ini merupakan makanan khas Palembang Sobat. Namanya adalah kue bolu suri. Kue ini juga sering dihidangkan sebagai sajian dihari raya.

6. Kue Gandus Khas Palembang

Kue Gandus merupakan makanan khas Palembang yang dibuat menggunakan tepung beras dan tepung kanji. Bentuknya kecil-kecil dan bisa ditemui di pasar tradisional di Palembang. Rasanya asin pedas dan gurih. enak sekali untuk cemilan atau sarapan pagi. Kue yang bertekstur sangat lembut dan legit ini biasanya ditambahkan ebi atau abon, daun seledri, bawang goreng, dan potongan cabe merah.

7. Kue Lumpang 

Kue lumpang merupakan makanan khas Palembang yang berbentuk seperti lumpang yaitu alat tumbuk yang biasa digunakan di dapur. Rasa kue ini manis biasa disajikan dengan parutan kelapa. Cocok sebagai teman sarapan pagi hari bersama kopi.

8. Kue Dadar Jiwo

Dadar Jiwo biasa juga disebut Gulungan Kuning, karena warnanya yang kuning dan bentuknya yang bergulung, ditambah dengan taburan bawang goreng, abon, daun sop dan irisan cabe yang menambah cantik dan gurih makanan ini.

Apabila dilihat sekilas, panganan ini biasa saja. Justru bagian yang unik ketika mencoba rasa lebih dalam, saat dimakan bagian tengah dadar jiwo mengandung tumisan pepaya muda yang mengandalkan rasa gurih. Tak cukup sampai disitu, taburan glondo (rebusan santan hingga kental) dibagian luar mempertebal rasa gurih yang dihasilkan. “Rasanya gurih, bagian dalam basah karena tumisan pepaya muda sementara bagian luar kering karena mengandung tumisan bawang goreng dan glondo.

Dadar Jiwo merupakan makanan khas Palembang yang langka ditemukan.. Jadi pastikan Sobat Dapur mencobanya.

9. Kue Engkak Ketan

Selain menjadi makanan khas Lampung, engkak ketan ternyata juga biasa ditemui di Palembang. Kue legit ini terbuat dari ketan, gula, santan dan telur.  Kue ini dapat ditemui di hampir setiap rumah pada saat perayaan Idul Fitri.


10. Lempok Durian Khas Palembang

Lempok dikenal sebagai makanan khas yang dibuat dari buah durian. Olahan durian ini banyak ditemukan di Pulau Sumatera mulai dari Lampung, Palembang, Bengkulu dan Riau. 
Soal rasa, lempok durian yang juga merupakan makanan khas Palembang ini tidak perlu ditanya lagi, pasti eeeenak Sobat.. :D

11. Pindang Patin Khas Palembang

Pindang Patin, salah satu makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging ikan patin yang direbus dengan bumbu pedas dan biasanya ditambahkan irisan buah nanas untuk memberikan rasa segar. Nikmat disantap dengan nasi putih hangat, rasanya gurih, pedas dan segar.

12. Pindang Tulang Khas Palembang

Pindang Tulang adalah makanan khas Palembang berbahan dasar tulang sapi dengan sedikit daging yang masih menempel dan sumsum di dalam tulang, direbus dengan bumbu pedas, sama halnya dengan pindang patin, makanan ini nikmat disantap sebagai lauk dengan nasi putih hangat.


13. Tekwan Ikan

Tekwan, makanan khas Palembang dengan tampilan mirip sup ikan berbahan dasar daging ikan dan sagu yang dibentuk kecil - kecil mirip bakso ikan yang kemudian ditambahkan kaldu udang sebagai kuah, serta soun dan jamur kuping sebagai pelengkap.

14. Mie Celor Khas Palembang

Mie Celor merupakan kuliner atau makanan khas Palembang berbahan dasar mie kuning dengan ukuran agak besar mirip mie soba dari Jepang, disiram dengan kuah kental kaldu udang dan daging udang.

15. Burgo

Makanan khas Palembang yang satu ini disebut dengan Burgo. Burgo, berbahan dasar tepung beras dan tepung sagu yang dibentuk mirip dadar gulung yang kemudian diiris, dinikmati dengan kuah santan.

16. Lakso

Lakso juga merupakan makanan khas Palembang yang terbuat dari tepung beras sama seperti burgo namun bertekstur seperti mie, namun untuk kuah berbeda dengan kuah burgo


17. Model

Model yang dimaksud disini adalah makanan khas Palembang. Yaitu makanan yang dibuat dari bahan dasar daging ikan dan sagu dibentuk seperti pempek dan disiram kuah kaldu udang dan diberi bihun sebagai pelengkap.
Di Palembang, model ini ada dua macam, yaitu model gendum dan model iwak.


18. Celimpungan

Celimpungan adalah sajian dan makanan khas Palembang yang berbahan dasar ikan dan santan sebagi kuahnya. Dan biasanya kuah yang dipakai adalah kuah pedas untuk menjadikan makanan lebih nikmat.
Isi dari celimpungan sendiri adalah adonan pempek yang dibuat menjadi seperti bakso. Biasanya sebagai pelengkap ditambahkan bawang goreng sebagai toppingnya. Anda bisa menemukan makanan ini diberbagai penjuru kota Palembang.


19. Laksan

Laksan, berbahan dasar pempek lenjer tebal, dipotong melintang dan kemudian disiram kuah santan pedas seperti halnya Celimpungan


20. Malbi

Malbi merupakan hidangan masakan daging khas masyarakat Palembang, Sumatera Selatan. Aslinya memang terdapat banyak variasi bumbu yang digunakan, ada pula berkuah pekat seperti semur daging. Menu ini biasa disajikan saat hajatan atau kenduri dan hari raya karena sangat enak dimakan bersama ketupat atau lontong. Berikut kreasi sederhana membuat malbi daging sapi.


21. Tempoyak

Seperti halnya di Lampung, Tempoyak juga dapat ditemukan di Palembang. Makanan khas Palembang yang berbahan dasar daging durian ini yang ditumis beserta irisan cabai dan bawang, bentuknya seperti saus dan biasa disantap sebagai pelengkap makanan, rasanya unik dan gurih.

22. Godo-Godo

Nah loh, ini bukan gado-gado ya Sobat Dapur.. makanan khas Palembang yang satu ini disebut godo-godo. Sebenarnya sama saja dengan pempek hanya berbeda dari penamaan. Godo ini juga bisa dikategorikan sebagai turunan pempek, karena adonan yang digunakan agak mirip meskipun tidak menggunakan daging ikan. Malah, godo ini banyak terbuat dari udang sebagai bahan utamanya. Mungkin karena paling nikmat disantap menggunakan kuah cuko pempek, maka jadilah godo ini disebut pempek.

23. Otak-otak

Otak-otak, varian pempek yang telah tersebar di seluruh Indonesia, berbahan dasar mirip pempek yang dicocol dengan kuah santan dan kemudian dibungkus daun pisang, dimasak dengan cara dipanggang di atas bara api dan biasa disantap dengan saus cabai / kacang.

Sepertinya otak-otak ini sudah sangat terkenal ya Sobat, hampir disemua makanan di Bandung contohnya, selalu menyajikan otak-otak sebagai camilan menunggu menu utama yang dipesan

24. Telok Ukan

Telok ukan adalah makanan khas palembang yang terbuat dari telor bebek yang dikeluarkan isinya, lalu di aduk dengan santan. setelah itu dimasukan lagi kedalam telur. Setelah itu di kukus.


25. Gulo Puan

Puan berarti ’susu’ dalam bahasa daerah Sumatera Selatan (Sumsel). Gulo puan bisa diartikan ’gula susu’ sesuai bahan dasarnya, yaitu gula dan susu yang dibuat menjadi sejenis karamel.

Teksturnya lembut sedikit berpasir dengan warna coklat. Gulo puan yang rasanya mirip keju manis itu sangat sedap untuk campuran minum kopi atau olesan roti dan pisang goreng. Konon, gulo puan ini pada zaman dahulu merupakan makanan bangsawan Palembang

26. Es Kacang Merah

Es kacang merah merupakan ikon minuman khas Palembang yang sangat disayangkan jika Sobat terlewat mencicipinya. Sama seperti pempek, es kacang merah ini sangat mudah ditemukan di seputar kota Palembang


Demikian Sobat, 26 makanan khas Palembang yang wajib Sobat kenal agar tidak rugi jika berkunjung ke Palembang, tidak sempat merasakan sensasi kuliner dan kue, minuman dan makanan khas Palembang.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel lainnya.

Wednesday, 19 September 2018

10 Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT)

View Article
Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) | Adatnusantara - Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi yang beribukota di Kupang ini, memiliki alam yang indah serta berbagai kesenian kebudayaan yang unik. Mulai dari Alat Musik Tradisional, Rumah Adat hingga pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun yang tak kalah menarik adalah juga wisata kuliner.

Beragam Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat sobat temukan dibeberapa tempat di Provinsi NTT ketika sedang berkunjung ke sini. Dan sebagai referensi, DapurKita akan memberikan informasi seputar nama-nama makanan khas di Nusa Tenggara Timur ini.

10 Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT)


1. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur - "KOLO"


Kolo adalah makanan khas Manggarai Nusa Tenggara Timur. Kolo merupakan sebutan untuk  nasi bakar, yaitu makanan khas yang dimasak menggunakan bamboo, kemudian dibakar diatas api. Untuk bisa menghasilkan nasi bakar atau nasi bambu ini dibutuhkan bahan berupa bambu muda dengan panjang 30 sentimeter, beras dan bumbu masakan. Cara memasaknya, beras, air dan bumbu masakan dimasukkan kedalam bambu. Setelah itu, pada bagian ujung atau mulut ditutup dengan daun pisang. Lalu, dibakar sampai matang berkisar setengah jam lamanya.



Nasi Bambu atau Kolo ini biasanya digunakan untuk makan bersama saat pesta adat penti atau syukuran panen. Selain pesta adat penti, kolo juga biasanya menjadi menu utama pada acara syukuran di setiap awal pergantian tahun.

Kolo Manggarai NTT | www.suarawajarfm.com

2. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) - "Catemak Jagung"


Satu lagi makanan unik dan khas dari Nusa Tenggara Timur yang disebut dengan Catemak Jagung. Makanan Khas NTT ini memang bahan utamanya adalah jagung, tapi tidak berdiri sendiri. Karena dalam hidangan catemak jagung kita dapat melihat penampakan bahan lainnya seperti kacang tanah, kacang hijau, labu lilin atau bahan sayuran lain. Uniknya, rasa catemak jagung ini bukan manis seperti penampakannya yang seperti kolak, melainkan asin lho Sobat.

Catemak Jagung | backpackerjakarta.com

3. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) - "Jagung Bose"


Wah wah.. lagi-lagi kita temui makanan berbahan jagung di NTT ini. Namanya Jagung Bose. Makanan tradisional Nusa Tenggara Timur ini memang merupakan makanan yang terbuat dari jagung sebagai bahan makanan utama pengganti nasi.

Sesuai dengan namanya, jagung bose berarti jagung yang di-bose-kan atau dilunakkan. Caranya adalah dengan mengeluarkan kulit luar jagung dengan cara ditumbuk dengan lesung. Kemudian diayak untuk mengeluarkan sisa kulit jagung yang terkelupas. Setelah bersih, jagung bose kemudian dimasak dengan dicampur kacang merah agar tambah nikmat.

Proses memasak jagung bose dilakukan dengan menggunakan kayu bakar dan membutuhkan waktu cukup lama. Sebagai penyedap rasa tambahkan sedikit garam dan santan pada masakan Jagung Bose ini.

Masakan tradisional khas Timor ini tentu tidak disajikan sendirian. Jagung bose biasanya dimakan bersama daging se’i daging Sapi, karmanaci, dan lawar ikan. Lawar ikan dibuat dari teri segar yang direndam dengan cuka selama 10 menit, yang kemudian dibumbui dengan bawang merah, garam, dan perasan jeruk nipis.

4. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) - "Karmanaci"


Berkunjung ke Kota Kupang NTT ada hidangan daging yang cukup enak dan sayang jika tidak dicoba. Nama hidangan atau makanan khas Nusa Tenggara Timur tersebut adalah Karmanaci.

Karmanaci adalah daging sapi cincang yang ditumis dengan bumbu bumbu bawang merah, bawang putih, lada, ketumbar, gula, dan air asam. Adapula yang dibuat dengan irisan daging sapi utuh – tidak dicincang, sehingga penampilannya mirip seperti empal atau gepuk. Bumbu-bumbunya sama, mencuatkan tone manis yang menonjol, dengan hint asam dan gurih.

Karmanaci Khas NTT | bango.co.id

5. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur - "Se'i Daging Sapi Asap"


Daging se’i adalah daging (sapi atau babi) yang dibumbui dan diasap agar dapat disimpan lebih lama. Kata se’i berasal dari bahasa Pulau Rote yang berarti daging tipis yang diiris memanjang. Sebelum disajikan, daging se’i dapat diolah kembali sesuai dengan selera.

Proses pembuatan se’i masih menggunakan cara tradisional yaitu menggunakan bara api yang berasal dari arang dan daun kesambi. Kesambi atau kosambi adalah pohon yang bisa tumbuh di daerah kering dan termasuk kerabat dekat rambutan karena tergolong suku Sapindaceae.

Proses pengasapan diawali dengan mengiris daging memanjang dan melumurinya dengan garam. Kemudian digantung untuk mengeringkan kandungan air atau darah di dalam daging selama beberapa jam. Sementara itu, daun kesambi digunakan sebagai penyaring panas dan asap yang berlebihan. Inilah yang membuat aroma dan warna daging tetap terjaga.

Untuk Sobat muslim, sebaiknya memastikan kalau Se'i yang menjadi pilihan adalah Se'i Daging Sapi.


6. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) - "Ikan Kuah Belimbing"



Makanan ini merupakan makanan khas Nusa Tenggara Timur. Ikan kuah belimbing dibuat dari ikan tongkol segar dengan bumbu-bumbu khas NTT bercita rasa pedas dan asam namun segar. Rasa asam diberikan oleh belimbing wuluh yang dicampurkan pada kuah yang sedang dimasak, namun tetap segar.

7. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur - "Lawar Ikan"


Lawar ikan adalah makanan khas Nusa Tenggara Timur yang dibuat dari ikan teri segar yang direndam dalam air cuka atau perasan jeruk nipis bersama dengan bumbu dan rempah khas NTT. Setelah direndam maka ikan teri akan berubah menjadi putih susu dan terasa matang.


8. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur - "Pelepah Manuk"


Pelepah manuk adalah makanan khas masyarakat Flores / Nusa Tenggara Timur. Sebenarnya masakan khas NTT ini dibuat dari burung, akan tetapi pada saat ini banyak diganti dengan bahan ayam. Walaupun citarasanya berbeda, akan tetapi masih menggunakan rempah dan resep khas masyarakat Nusa Tenggara Timur


9. Makanan Khas Nusa Tenggara Timur - "Rumpu Rampe"

Rumpu rampe adalah nama makanan khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Makanan ini adalah sayuran berupa daun dan bunga pepaya yang ditumis ala NTT.Percampuran rasa pahit dari daun Pepaya serta pedasnya cabe merah dan cabe rawit akan bisa membangkitkan selera makan Sobat dapur semua..


10. Minuman Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) - Moke

Moke adalah minuman khas orang NTT. Masyarakat NTT mengenal 2 macam moke, yaitu moke putih dan hitam. Moke putih adalah nira hasil sadapan dari pohon lontar atau pohon enau. Moke putih akan manis rasanya bila wadah tampungan bersih. Biasanya bambu berukuran seruas di cuci bersih dan dikeringkan kemudian digantungkan pada ujung mayang yang telah di jepit atau di pukul-pukul kemudian dipotong ujungnya. Akan kelihatan ada cairan bening menetes dari ujung mayang. Itulah moke putih. Moke putih yang manis dapat dimasak dan dijadikan gula merah.



Sedangkan moke putih yang diminum sebagai teman makan adalah moke yang ditampung dengan wadah bambu yang tidak bersih sehingga terjadi peragian. Dan rasa minuman agak pahit. Moke putih sejenis ini ada yang langsung diminum, tetapi lebih banyak digunakan untuk dimasak atau disuling dan menghasilkan moke hitam atau arak. Moke hitam sesungguhnya tidak hitam. Warnanya seperti air putih dan agak kuning. Ini adalah hasil sulingan dari moke putih. Moke putih disuling di Kuwu tua (saung penyulingan tuak dalam bahasa Nagekeo). Orang Flores selalu menikmati moke bila ada pesta. Tidak ada pesta tanpa tuak/moke. Tuak sudah menyatu dengan pesta. Makan daging tanpa tuak terasa hambar dan kurang.

Demikian Sobat Dapur, 10 Makanan Khas Nusa Tenggara Timur (NTT) yang bisa Sobat ketahui. Semoga bermanfaat.

Referensi :
http://www.suarawajarfm.com/2015/08/31/5925/makanan-khas-ntt.html
makananlokal.wordpress.com/

10 Makanan Tradisional Khas Bali

View Article
10 Makanan Tradisional Khas Bali | AdatnusantaraBali adalah salah satu Provinsi di Indonesia yang sangat terkenal di dunia dalam hal pariwisatanya. Keindahan alam serta kebudayaan masyarakat Bali menjadi salah satu daya tarik paling kuat yang membuat banyak wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali.

Namun tidak hanya itu Sobat, ternyata Bali juga memiliki beranekaragam makanan / kuliner tradisional. Makanan tradisional khas Bali tersebut bisa didapatkan dengan mudah di Bali. Pada kesempatan ini, DapurKita akan memberikan informasi beberapa makanan tradisional khas Bali yang bisa Sobat dapatkan disana.

Namun seperti yang Sobat ketahui terutama yang memeluk agama Islam, beberapa makanan tradisional Bali ini mengandung babi yang tentu saja haram dan tidak boleh dimakan oleh kaum muslim. Jadi jika Sobat yang berlibur ke Bali, dan sedang mencari makanan disana harus pandai pandai memilah-milah makanan halal.

Sebagai referensi, berikut kami sajikan info kuliner Bali yaitu 10 Makanan Tradisional Khas Bali

1. Makanan Khas Bali - Ayam Betutu


Ayam Betutu.... makanan berbahan dasar ayam ini tentu saja menjadi salah satu pilihan makanan tradisional khas Bali yang halal. Menu makanan ayam betutu Bali ini akan menjadi hidangan favorit buat Sobat yang juga menyukai makanan pedas. Karena selain dibumbui aneka rempah, ayam ini diolah juga dengan cabai dalam jumlah yang tidak sedikit.

Proses pengolahan ayam betutu makanan tradisional khas Bali ini dilakukan dalam 2 tahap. Setelah ayam diolesi dengan aneka rempah, kemudian direbus selama beberapa jam hingga rasa bumbu tersebut bisa meresap sampai kedalam daging ayam.  Kemudian tahap kedua adalah digoreng atau dibakar sesuai selera wisatawan.

Makanan Tradisional Khas Bali
Ayam Betutu Khas Bali | balicultureinformation.wordpress.com

2. Makanan Khas Bali - Bebek Betutu


Seperti halnya ayam betutu, bebek betutu adalah juga termasuk makanan khas Bali yang wajib dicoba Sobat. Istilah betutu sendiri merupakan istilah kuliner yang bisa berbahan dasar ayam atau bebek utuh yang diberi bumbu kemudian dipanggang didalam api sekam.

Dan Betutu yang terbuat dari bebek utuh ini menjadikan variasi rasa dari masakan betutu khas Bali. Salah satu produsen betutu adalah di desa Melinggih, kecamatam payangan kabupaten Gianyar. Ayam betutu juga merupakan makanan khas Gilimanuk. Betutu digunakan sebagai sajian pada upacara keagamaan dan upacara adat serta sebagai hidangan dan di jual. Konsumennya tidak hanya masyarakat Bali tetapi juga tamu manca negara yang datang ke Bali, khususnya pada tempat-tempat tertentu seperti di hotel dan rumah makan atau restoran.


3. Makanan Khas Bali - Sate Plecing


Sate Plecing merupakan hidangan / kuliner tradisional khas Bali. Jika kita sudah mengenal berbagai jenis sate seperti sate madura, sate padang, sate maranggi (Purwakarta), maka di Bali pun kita akan menemukan hidangan sejenis yang disebut dengan sate plecing.

Sate Plecing merupakan makanan khas Bali berupa sate dengan bumbu plecing. Bumbu plecing yaitu semacam merupakan sambal tomat yang dibuat dari cabai rawit, garam, terasi, tomat, dan terkadang diberi tetesan jeruk limau. Plecing ini umum ditemui di daerah Bali dan Lombok. Jadi sate ini tidak menggunakan bumbu kacang ya Sobat.

Sedangkan sate nya sendiri bisa dari daging ayam, babi atau ikan laut. Jadi, untuk Sobat muslim harus menanyakan terlebih dahulu daging yang dibuat sate plecing ini ya.


4. Makanan Khas Bali - Sate Lilit


Kalau sate plecing adalah sate yang dibumbu plecing, lalu bagaimana kalau sate lilit? Nah.. sate lilit juga merupakan makanan khas dari Bali. Penasaran seperti apa sate lilit Bali ini?

Sate lilit adalah makanan khas Bali yang dibuat dari bahan utama berupa daging sapi, daging babi, daging ayam, udang, ikan tenggiri atau tahu. Akan tetapi, konon hingga saat ini Sate Lilit yang menggunakan ikan tenggiri yang menjadi favorit di Bali

Cara pembuatannya cukup berbeda dengan sate kebanyakan, yap karena namanya sate lilit maka di buat dengan cara di lilit. Yaitu dengan mencincang daging yang akan di buat menjadi sate, kemudian di campur dengan bumbu rempah khas bali yang lezat. Dengan menggunakan batang daun serai kemudian daging yang di cincang tadi lilitkan, tentu saja memang pada dasarnya kan dagingnya sudah di cincang jadi di jamin Sate Lilit ini sangat empuk.


5. Makanan Khas Bali -  Lawar

Makanan khas Bali selanjutnya disebut dengan lawar.  Lawar adalah masakan berupa campuran sayur-sayuran dan daging cincang yang dibumbui secara merata yang berasal dari Bali. Makanan ini lazim disajikan dalam rumah tangga di Bali atau dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan sebutan lawar Bali.

Lawar dibuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapa. Kadang-kadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu yaitu darah dari daging itu sendiri. Darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Tentu saja untuk Sobat muslim, tidak boleh makan lawar Bali ini terutama jika bahan utama daging yang digunakan adalah daging babi, dan tentu juga darah yang dicampur merupakan sesuatu yang dilarang (haram) dalam agama Islam.



Penamaan lawar sendiri sangat bervariasi, biasanya berdasarkan jenis daging yang digunakan atau jenis sayurannya. Bila yang digunakan daging babi maka lawar yang dihasilkan disebut lawar babi, demikian juga bila yang digunakan sayur nangka, maka lawarnya diberi nama lawar nangka. Ada juga pemberian namanya berdasarkan warna lawarnya yaitu lawar merah bila warna lawarnya merah, lawar putih bila warna lawarnya putih dan ada lawar yang bernama lawar padamare, yaitu sejenis lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar. Lawar disajikan sebagai teman nasi bersama jenis lauk-pauk lainnya.

6. Makanan Khas Bali - Srombotan


Srombotan adalah sayuran khas Klungkung Bali, dibuat dari sayur buah botor muda atau kecipir, terong bulat, pare, toge, kobis yang dimasak setengah matang, kemudian diberi bumbu yang disebut kalas.  Kalas merupakan bumbu khusus yang terdiri dari santan yang diberi tumbukan kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar dan sedikit kencur. Cara memasaknya yaitu degan dimasak hingga kental. Kalas inilah yang menjadi ciri khas serombotan.

Untuk mendapatkan srombotan biasanya dijual di pasar tradisional, namun akhir-akhir ini  beberapa restoran di Bali justru membuat srombotan sebagai menu utamanya. Srombotan disajikan harus menggunakan kacang goreng dan nasinya bercampur ubi jalar atau nasi yang disebut oran sele


7. Makanan Khas Bali - Nasi Jinggo


Nasi Jinggo adalah hidangan nasi dalam bungkus daun pisang khas Bali. Isinya adalah nasi putih sekepalan tangan dengan lauk-pauk dan sambal. Lauk-pauk yang digunakan biasanya adalah sambal goreng tempe, serundeng, dan ayam suwir. Sementara lauknya divariasi dengan daging sapi atau babi. Nasi jinggo juga bisa disajikan dengan mie goreng dan telur.

Nasi Jinggo ini sudah ada sejak tahun 1980-an. Pada waktu sebelum krisis moneter konon harga nasi jinggo adalah seribu lima ratus rupiah (jeng go). Namun pada saat ini harga satu bungkus nasi jinggo berkisar antara 2000 - 4000 rupiah per bungkusnya.


8. Makanan Khas Bali - Komoh


Makanan khas Bali selanjutnya adalah Komoh. Komoh merupakan sayur yang berisi hati, kulit dan daging. Daging yang digunakan antara lain bisa berupa daging ayam, daging bebek maupun daging babi. Daging dan kuah komoh dimasak dengan bumbu dan rempah khsusu khas Bali. Biasanya makanan ini disajikan pada saat perayaan / upacara keagamaan.

9. Makanan Khas Bali - Jukut Ares


Jukut Ares adalah salah satu masakan khas Bali yang paling populer dan biasanya dihidangkan saat ada syukuran ataupun kini bisa dinikmati di rumah makan khas Bali. Masakan ini biasanya  dicampur dengan daging babi. Jukut Ares terbuat dari pohon pisang muda yang dicampur dengan daging Babi, itik, bebek dan juga Basa Genep (bumbu lengkap khas Bali). Pohon pisang ini diiris-iris tipis, lalu dimasak dengan bumbu khas Bali tersebut. Ares adalah batang pohon pisang.


10. Makanan Khas Bali - Rujak Bulung


Ada lagi salah satu kudapan / makanan khas Bali yang bisa menemani Kamu selama berada di Bali. Yap hidangan ini disebut dengan  Rujak Bulung. Rujak Bulung merupakan makanan unik khas Bali yang berbahan dasar rumput laut yang dicampur dengan garam, cabe rawit, terasi, kencur, kelapa parut, dan kuah pindang.

Demikian Sobat Dapur, 10 Makanan Tradisional Khas Bali yang bisa kami sampaikan. Sekali lagi untuk Sobat Muslim yang sedang atau akan berwisata ke Bali, semoga informasi 10 Makanan Bali diatas bermanfaat agar Sobat bisa terhindar dari makanan yang tidak halal dikonsumsi.

Demikian artikel kali ini, nantikan informasi kuliner lainnya tentu dari daerah lain di Indonesia.

13 Makanan Khas Betawi dan Cara Membuatnya

View Article
13 Makanan Khas Betawi dan Cara Membuatnya | Adatnusantara - Makanan Khas Betawi merupakan makanan yang berasal dari suku Betawi yang dikenal dan telah diwariskan secara turun temurun pada masyarakat Betawi. Suku Betawi sendiri merupakan suku adat yang tinggal di Provinsi Jakarta serta beberapa daerah di Provinsi Banten. Selain memiliki beragam kesenian daerah Betawi, masyarakat suku Betawi juga memiliki tradisi dalam hal olah kuliner atau makanan khas Betawi.

Pada kesempatan ini kita akan mengenal beberapa makanan khas Betawi yang populer dan masih bisa ditemukan pada saat ini. Makanan dan Minuman Betawi mudah ditemukan di acara-acara tertentu yang diselenggarakan di Jakarta seperti pada acara Lebaran Betawi, pernikahan, hari raya Idul Fitri atau di warung-warung tertentu yang menyajikan makanan khas Betawi. Bahkan tidak hanya di Jakarta, makanan yang sudah memiliki nama dan sangat populer juga bisa ditemukan di beberapa kota besar seperti Bogor, Bandung, Jogjakarta dan sebagainya.

Makanan Khas Betawi dan Cara Membuatnya

makanan khas betawi dan cara membuatnya
Makanan Khas Betawi | cipikastoreid.wordpress.com

1. Kerak Telor


Kerak telor adalah makanan khas Betawi yang sangat populer tidak hanya pada saat ini, konon pada masa penjajahan Belanda kerak telor telah menjadi primadona di Kota Batavia yang saat ini menjadi Jakarta.

Kuliner yang sering dijajakan saat adanya Pekan Raya Jakarta ini terbuat dari bahan-bahan seperti, tepung beras ketan putih, telur ayam/bebek, ebi (udang kering yang diasinkan) sangrai ditambah bawang goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabe merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir.

Untuk menikmati kerak telor kita tidak perlu menunggu lama, makanan yang selalu laris pada acara besar di Jakarta seperti Pekan Raya Jakarta ini diolah sekitar 15 menit saja. Salah satu ciri khas dalam memasak kerak telor adalah tanpa minyak dan kompor. Kerak telor dimasak diatas bara arang (anglo) dengan menggunakan wajan tanpa minyak. Untuk mendapatkan kerak telor, kita cukup merogoh kocek antara 10 - 15 ribu.

Kerak telor Betawi
Kerak Telor | jajanpinggiran.blogspot.com

2. Asinan Betawi


Seperti halnya kerak telor, asinan betawi sudah ada sejak zaman dahulu. Asinan Betawi merupakan makanan khas Betawi yang dibuat dari berbagai sayuran yang diasinkan. Istilah asin mengacu kepada proses pengawetan dengan merendam buah atau sayur dalam larutan campuran air dan garam. Asinan sangat mirip dengan rujak, perbedaan utamanya antara lain bahan rujak disajikan segar, sedangkan bahan asinan disajikan dalam keadaan diasinkan atau diacar.

Terdapat banyak jenis asinan, akan tetapi yang paling terkenal adalah Asinan Betawi dan Asinan Bogor. Asinan Betawi dan Bogor ini memiliki kemiripan dikarenakan memang lokasi kedua kota ini tidak jauh sehingga banyak memiliki tradisi yang sama. Hanya saja di Bogor juga dikenal dengan asinan yang dibuat dari buah-buahan.

Asinan Betawi | zomato.com

3. Soto Betawi


Kuliner di Indonesia memang cukup beragam, denan nama yang samapun pasti memiliki perbedaan dan ciri khas masing-masing daerah. Seperti halnya soto. Banyak dikenal berbagai makanan khas soto di Indonesia seperti Soto Sadang (Purwakarta)Soto Bandung,  Soto Madura dan tentu saja Soto Betawi.

Istilah soto Betawi hadir dalam kuliner masakan Indonesia sekitar tahun 1977-1978, namun bukan bearti tidak ada soto sebelum tahun tersebut. Yang memopulerkan dan yang pertama memakai kata soto Betawi adalah penjual soto bernama Lie Boen Po di THR Lokasari / Prinsen Park, tentunya dengan ciri khas cita rasa sendiri.

Soto Betawi
Soto Betawi | id.wikipedia.org

Seperti halnya soto Madura dan soto sulung, soto Betawi yang menjadi salah satu ikon makanan khas Betawi juga menggunakan jeroan. Selain jeroan, seringkali organ-organ lain juga disertakan, seperti mata, terpedo, dan juga hati.

4. Soto Tangkar


Beda soto Tangkar dengan soto Betawi adalah penggunaan daging brisketnya, yaitu bagian daging sapi di bagian dada bawah. Menurut sejarahnya, pada jaman penjajahan Belanda, masyarakat Betawi hanya mampu membeli tangkar berupa potongan iga yang berdaging sedikit, karena bagian daging sapi yang lain sudah diambil oleh masyarakat penjajah Belanda. Para meneer Belanda akan menyisahkan bagian-bagian tertentu dari sapi yang dipotong untuk diberikan kepada para pekerja diantaranya adalah, bagian kepala, bagian dalam (paru-paru, usus, babat, dll.) serta iga.

Oleh para pekerja tersebut bagian-bagian itu diolah menjadi makanan yang beragam dan salah satu bagian yaitu iga diolah menjadi makanan yang khas, iga tersebut direbus atau dimasak selama kurang lebih dua jam, setelah itu dimasukkan bumbu atau rempah-rempah, seperti kunyit, lada, daun sereh, daun salam dan santan kelapa. Maka jadilah makanan yang berkuah yang disebut Soto Tangkar.

Soto Tangkar Betawi

Serupa dengan soto Betawi yang menjadi menu sehari-hari, soto Tangkar ini pun biasanya menjadi santapan sehari-hari, meskipun persebarannya tidak seluas soto Betawi karena hanya terdapat di wilayah tertentu seperti di daerah Kota, Tanah Abang, Kemayoran dan sebagainya.

5. Laksa Betawi


Laksa Betawi adalah salah satu makanan khas Betawi yang sangat langka di Jakarta. Menurut sejarah, laksa adalah makanan berjenis mi yang diberi bumbu sesuai kebudayaan peranakan. Dalam laksa ada gabungan elemen Tiongkok dan Melayu. Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis laksa seperti laksa Bogor dan laksa Betawi.
Laksa Betawi
Laksa Betawi | http://jakartakita.com

Laksa Betawi memiliki cita rasa yang berbeda dengan laksa dari daerah lainnya. Meski kuahnya tampak serupa berwarna kuning, namun kuah laksa Betawi biasanya menggunakan udang rebon.Sedangkan laksa bogor, kuah kentalnya berasal dari potongan oncom. Cara penyajiannya juga berbeda. Laksa Betawi lazimnya berisi telur, ketupat, tauge pendek, daun kemangi, dan kucai biasanya dimakan dengan semur Betawi. Ada juga yang menambahkan bihun dan perkedel, tetapi keduanya hanya sebagai variasi atau tambahan. Sedangkan laksa Bogor dalam campurannya ada ketupat, bihun, tauge panjang, suwiran daging ayam, udang, dan telur rebus, biasanya dimakan dengan sambal cuka.

6. Gabus pucung

Gabus Pucung Khas Betawi
Gabus Pucung Khas Betawi | http://food.detik.com


Gabus Pucung adalah masakan khas Betawi berupa sajian ikan berkuah. Gabus pucung merupakan masakan ikan gabus goreng yang disiram dengan kuah kental berwarna kehitaman. Pucung dalam bahasa Betawi berarti keluak. Warna hitam pada kuah berasal dari pucung atau kluwek ini.

Dalam proses pembuatannya, ikan gabus yang sudah dibersihkan kemudian digoreng hingga kering. Kemudian bumbu yang sudah dihaluskan seperti bawang merah, bawang putih, kencur, lengkuas, serai, daun salam, kunyit dan juga terasi ditumis hingga matang. Setelah itu baru tambahkan kluwek dan daun salam serta garam. Masak hingga kuahnya mengental dan sajikan dengan nasi hangat.

7. Sayur babanci


Sayur Babanci Betawi
Sayur babanci atau biasa disebut sebagai ketupat babanji juga merupakan salah satu kuliner khas Betawi. Makanan Khas Betawi ini sebenarnya tidak bisa dikatakan sayur, karena tidak memiliki campuran sayur sama sekali. Adapun nama babanci diambil dari makna "prilaku" karena sayuran ini tidak jelas kelaminnya alias banci. Gulai tidak, kare tidak dan soto juga tidak.

Secara umum, sayur Babanci ini lebih mengarah pada sajian gulai dengan aroma rempah yang kuat. Sajian ini dibuat dengan campuran daging sapi, tetelan yang dimasak dengan beberapa bumbu seperti cabai merah, bawang merah, kemiri, jahe, kunyit, ketumbar hingga santan. Tetapi yang membuat sajian ini sangat istimewa dan berbeda adalah penggunaan 3 bumbu yang khas. Bumbu ini adalah kedaung yaitu rempah biji plus kulit berwarna hitam dengan isi berwarna hijau biasanya ditemukan di toko jamu atau pasar tradisional. Sedangkan Botor merupakan keluarga kacang-kacangan yang berasal dari kecipir serta tai angin yakni benalu berbentuk sulur dan berwarna kuning.

8. Sayur godog

 Sayur Godog merupakan makanan khas Betawi berupa sayur pepaya muda yang biasanya disajikan pada saat hari raya Idul Fitri yang merupakan teman makan ketupat. Selain menggunakan pepaya muda, sayur godog betawi juga bisa dibuat dengan labu siam. Akan tetapi masyarakat Betawi lebih banyak memilih pepaya muda karena memberikan warna yang jauh lebih menarik.

Sayur godok disajikan dengan pelengkapnya antara lain lontong, kerupuk sagu, gorengan dan semur. Sayur godok cukup populer juga disajikan pada acara ibu-ibu pengajian maupun arisan karena sudah menjadi satu set lengkap sebagai suguhan makan bagi tamu.

Sayur Godog Khas Betawi

 9. Ayam Sampyok


Ayam Sampyok adalah masakan khas Betawi yaitu hidangan ayam yang diolah dengan sentuhan cita rasa cina. Proses pembuatan ayam sampyok melalui pembubuan 2 tahap sehingga cita rasa bumbu meresap hingga kedalam daging.

Ayam Sampyok Khas Betawi

10. Pecak Tembang


Pecak Tembang adalah makanan khas Betawi yang sudah mulai langka. Barangkali orang Betawi sendiri pada saat ini ada yang tidak tahu apa itu Pecak Tembang.

Dalam bahasa Betawi, “pecak” berarti proses pemasakan dengan cara dibakar sedangkan “tembang” adalah nama jenis ikan asin, yakni tembang. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kuliner Betawi ini  adalah cabai rawit, bawang merah, jahe, dan garam. Semua bumbu dibakar, kecuali cabai rawit. Ketika sudah dibakar, haluskan semua bumbu secara bersama, dan beri sedikit air panas jika sudah halus. Terakhir, siapkan ikan tembang yang sudah dibakar lalu tempatkan pada sebuah wadah. Selanjutnya, sirami ikan tembang dengan bumbu pecak yang sudah dihaluskan tadi.


11. Bandeng Pesmol

Kuliner Nusantara yang menyajikan olahan ikan cukup banyak, salah satu masakan khas Betawi diantaranya adalah Bandeng Pesmol. Sajian bandeng pesmol ini pernah menjadi menu mewah masyarakat Betawi tempo dulu karena masakan ini disajikan pada acara-acara besar atau kalangan tertentu saja.

Namun seiring kemajuan perekonomian di Indonesia, kuliner khas betawi yang berbahan bandeng dengan bumbu kuning ini menjadi sajian lezat yang bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat.


12. Nasi Uduk


Banyak yang tidak tahu bahwa nasi uduk adalah makanan khas Betawi. Hal ini dikarenakan sajian lezat nasi uduk ini telah banyak dijual diberbagai daerah. Nasi uduk adalah nama sejenis makanan terbuat dari bahan dasar nasi putih yang diaron dan dikukus dengan santan dari kelapa yang di parut, serta dibumbui dengan pala, kayu manis, jahe, daun serai dan merica.

Penjual nasi uduk biasanya menghidangkan 1 porsi nasi uduk dengan emping goreng, tahu goreng, telur dadar/ telur goreng yang sudah diiris-iris,abon, kering tempe, bawang goreng, ayam goreng, timun dan sambal dari kacang. Makanan ini biasanya lebih sering dijual di pagi hari untuk sarapan dan malam hari untuk makan malam. Pada malam hari,biasanya nasi uduk dijual di warung pecel lele,yaitu warung yang menjual nasi uduk beserta lauknya,seperti : lele, ikan mas, ayam bakar dan goreng, dan lain lain

Nasi Uduk Khas Betawi

13. Nasi Ulam


Nasi ulam adalah hidangan nasi yang dicampur berbagai bumbu dan rempah, khususnya daun pegagan (Centella asiatica) atau kadang diganti daun kemangi, sayuran, dan berbagai bumbu, serta ditemani beberapa macam lauk-pauk. Hidangan ini berasal dari khazanah hidangan Melayu, dan terdapat banyak resep dan variasi yang ditemukan baik di Indonesia maupun Malaysia.

Di Indonesia, nasi ulam dapat ditemukan dalam seni kuliner suku Betawi, ataupun suku Melayu di Sumatra, serta ditemukan juga di Bali. Nasi ulam Betawi terdapat dua jenis, nasi ulam berkuah (basah) yang berasal dari Jakarta Utara dan Pusat, serta nasi ulam kering (tidak berkuah) yang ditemukan di Jakarta Selatan.

Di Indonesia nasi ulam biasanya dicampur daun kemangi, sambal, dan ditaburi kacang tanah tumbuk, kerisik, atau serundeng (kelapa parut sangrai). Di atas nasi ulam biasanya ditambahkan berbagai macam lauk-pauk teman nasi, seperti dendeng, telur dadar, perkedel, tahu goreng, tempe, dan krupuk.

Nasi Ulam Betawi | id.wikipedia.org


Demikian Sobat Dapur, 13 Makanan khas Betawi dan Cara Membuatnya. Nantikan artikel selanjutnya yang akan mengupas tuntas resep & cara membuat makanan khas Betawi hanya di Dapurkita.my.id. Semoga bermanfaat.



Referensi :
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_Betawi
  • http://jakartakita.com/2012/05/09/laksa-betawi-yang-menggugah-selera/
  • https://food.detik.com/read/2015/08/16/133346/2993242/297/4/nyang-enak-dari-betawi-gabus-pucung-hingga-sayur-babanci
  • http://lifestyle.okezone.com/read/2013/07/03/299/831439/pecak-tembang-kuliner-betawi-yang-mulai-sirna 
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Nasi_ulam