Saturday, 19 August 2017

Tari Cendrawasih Asal Bali ( Artikel Lengkap )

Tari Cendrawasih

Sesuai namanya tari cendrawasih adalah tarian yang gerakannya terinspirasi dari kehidupan burung, sama seperti tari Manuk Rawa dan tari Belibis yang juga merupakan bagian dari seni tari Bali. Burung cendrawasih sendiri dalam mitologi Hindu Bali dianggap sebagai burungnya para dewa atau disebut Manuk Dewata.

1. Tema dan Makna Filosofis

Secara sederhana, tari Cendrawasih adalah tari yang mengangkat tema atau kisah tentang sepasang burung cendrawasih yang tengah memadu kasih. Namun, jika dipahami lagi, secara eksplisit tarian ini memiliki makna filosofis tentang keindahan pulau Bali yang tiadak bandingnya, baik dari segi keindahan alam maupun dari segi keindahan budaya.
 
 
 

2. Gerakan Tari Cendrawasih

Gerakan tari cendrawasih terbagi ke dalam 3 bagian atau pembabakan, yaitu bagian awal (pepeson), bagian utama (pengawak), dan bagian akhir (pengipuk).
Bagian awal ditandai dengan munculnya seorang penari yang dilanjutkan dengan gerak berputar, agem kanan, agem kiri, gerak nyelendo, nyosol, dan kembali lagi ke gerakan berputar dan seterusnya. Bagian utama ditandai dengan masuknya penari ke dua ke atas panggung seraya bergerak meiberan bersama penari pertama saling berlawanan arah. Gerakan dilanjutkan dengan agem kanan, gerak ngengsong, ngombak angke, mekecog kanan, agem kiri, nyolsol, mencogan, dan nyigsig. Gerakan ini diulang sebanyak 2 kali hingga mereka melakukan gerak penutup yaitu gerak pengipuk.
Secara sederhana, Anda dapat mempelajari gerakan-gerakan tari cendrawasih tersebut pada video yang telah kami sematkan berikut ini.

3. Setting Panggung

Tari cendrawasih disajikan oleh 2 orang penari perempuan. Sesuai dengan temanya, salah seorang penari berperan sebagai burung cendrawasih betina, dan seorang lainnya berperan sebagai burung cendrawasih jantan. Kedua penari tersebut tidak naik ke panggung secara bersamaan, melainkan salah satunya –yakni yang berperan sebagai cendrawasih betina akan lebih dahulu menari, baru disusul penari lainnya di pertengahan pertunjukan.
 

4. Iringan Musik

Sama seperti tari bari lainnya, tari cendrawasih juga diiringi oleh paduan musik gamelan Bali dan beberapa alat musik tradisional Bali lainnya, seperti Pereret, Rindik, cengceng, dan genggong. Setiap tabuhan alat musik tersebut akan selalu selaras dengan gerak tubuh penari cendrawasih. Selain itu, ekspresi wajah terutama gerak mata menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan irama musik pengiringnya.

5. Tata Rias dan Tata Busana

Sesuai dengan tema yang diangkat, para penari tari cendrawasih akan dirias sedemikian rupa sehingga tampak teranalogi dengan bentuk tubuh burung cendrawasih. Untuk atasan, mereka menggunakan kemben, sementara untuk atasan menggunakan rok panjang dengan motif keemasan. Adapun aksesoris yang digunakan adalah sebuah mahkota dengan ornamen jambul bergaya panji, gelang bahu, dan kalung emas.
Salah satu elemen penting dalam tata rias tari cendrawasih terletak pada riasan mata. Dengan balutan eye shadow hitam, riasan dibuat sedemikian rupa agar bola mata terlihat lebih besar. Elemen ini penting untuk menunjukan kesan kuat pada setiap gerakan bola mata yang memang menjadi bagian paling menarik pada gerakan tari cendrawasih ini.

6. Properti Tari

Dalam tari cendrawasih, tidak ada properti yang digunakan selain sebuah sampur atau selendang berwarna cerah. Selendang ini merupakan analogi sayap burung cendrawasih, oleh karenanya ia selalu dimainkan sepanjang tarian. Selendang sendiri umumnya diselipkan di pinggang dan memanjang terjuntai ke bawah saat tidak dimainkan.


Search Populer:
  • senjata tradisional 34 provinsi dan keterangannya
  • senjata tradisional dan keterangannya
  • tarian cakalele minahasa
  • tari cendrawasih papua
  • download tari cendrawasih
  • sejarah tari cendrawasih
  • fungsi tari cendrawasih
  • properti tari cendrawasih
  • keunikan tari cendrawasih
  • pola lantai tari cendrawasih
  • kostum tari cendrawasih

Artikel Terkait